Rabu, 17 Maret 2010

aku harus kembaliiiii

AKU HARUS KEMBALIII...
AKU UDAH LAMA TERLELAP DALAM MIMPI
MIMPI MATI YANG TANPA NYALA
AKU TAK BERARTI

AKU TAKUT SENDIRI
MELALAIKAN BANYAK HAL YANG TAK PASTI
MELAKUKAN KEBODOHAN YANG MEMBUTAKAN

AKU HARUS KEMBALI
BERHENTI BERMIMPI
KEMBALI MENITI HARI

DENGAN LANGKAH PASTI TANPA RAGU
YAKIN DENGAN DIRI SENDIRI
YAKIN DENGAN ALUR YANG PASTI

AKU TAK LEMAH DAN MUDAH MATI
AKU AKAN MENYALA LEBIH LAMA DARI TAKDIRKU
WALAU NYALAKU DARI PUCUK KAMBOJA LIANG KUBURKU

AKU HARUS SEMANGAT!!!
AKU HARUS BISA....

AYO KEMBALIIII....
JANGAN TIDUR LAGIII...


HUHUHUAAAA.......

SEMANGAT!
SEMANGAT!

SEPERTI SPONGEBOB YANG SEMANGAT TIAP PAGI... :)

Kamis, 11 Maret 2010

Kisah klasik

hidup ini tidaklah seperti novel yang dapat dilihat halaman belakangnya, tengahnya atau manapun sebelum mulai membacanya dari depan. kita dapat menjawab keingintahuan kita dengan leluasa tanpa dikekang waktu yang bergulir dengan jarum kodrat serta karma.
aku ingin tahu bagian pertengahan kehidupanku yang merupakan bagian paling menyenangkan dalam pencarian jati diri, aku ingin tahu masa depanku dan akhir perjalanan hidupku. namun, hidupku bukanlah cerita dalam novel. semua yang berlalu sulit aku ingat sepenuhnya, tak dapat kubaca lagi kebahagiaan yang telah berusaha aku rasakan ketika aku mendapat kegetiran, dan tak dapatku robek lembaran lama yang menyedihkan dan menyakitkan. aku juga harus sabar menunggu apa gerangan yang akan aku hadapi dikemudian hari.semua tinggallah misteri yang nantinya akan mengejutkanku. seperti peristiwa perubahan besar dalam hidupku (dalam postingan sebelumnya) mengejutkanku, tak dapat kusangka, tak dapat kuterima dengan akal sehat.
aku telah kurang lebih 2,5 tahun tinggal di sebuah pondok kecil di ujung desaku, di bawah 2pemancar gelombang telepon seluler. tempat yang sangat sederhana, lebih pantas aku menyebutnya sebagai sebuah gubuk kecil yang penuh cinta.. :)
yang aku pikirkan sekarang tentang kehilangan tempat "itu" adalah, aku sudah melupakannya. aku melupakan semua kehilanganku, kecuali orang-orang di sekitar sana yang selalu aku mimpikan.
umh,,, sesungguhnya dalam postingan ini aku hanya ingin menyampaikan perasaanku terhadap 2sosok di bawah ini, yang sesungguhnya om dan tanteku.
aku hanya mengungkapkan sudut pandangku sendiri, tanpa campur tangan siapapun, karena aku yang merasakannya.. aku yang mengalaminya.
sejak pertama kata-kata "pindah rumah" atau "proses pengusiran" dimulai, aku telah mencium bau busuk dari hati-hati mereka. aku tak tahu,, karena jiwa remaja yang begitu bergelora saat itu bernaluri bodoh tentang hal-hal yang tak masuk akal.
aku tak mampu berkata yang rasional saat itu, karena aku tidak percaya pada diriku, aku shock, dan aku merasa "dijajah" saat itu. kekecewaan dahsyat menggelora dalam jiwaku, karena tak pernah kusangka akan ada orang yang setega itu,,, mengusir dengan mulut manis, dengan negosiasi cantik, dan menutupi kenyataan tentang iblisiblis yang haus kemenangan bersembunyi di balik segalanya. aku sangat kecewa. malaikat manapun tak menolongku saat itu, hanya takdir yang membawa kami mengalir, mengikuti jalan yang ditunjukkan Tuhan.
setan-setan yang mengelilingi tempat lama itu dalam rentang waktu beberapa bulan saat itu, membuat rumah menjadi tempat yang pahit, pedih, penuh kesedihan.
Kekuatan iblis tiba-tiba membakarku hidup-hidup ketika mereka berdua datang dan membicarakan "kebodohan-kebodohan" yang penuh politik. aku ingat bagaimana ia mengatakan bapakku seorang penipu, bagaimana ia menolak mentah-mentah telah melakukan pengusiran, melainkan hanya sebuah pelaksanaan kesepakatan bersama, bagaimana ia mengatakan ibuku seorang profokator, bagaimana ia mengajariku untuk mulai berpikir yang rasional, bagaimana ia berbicara masalah hukum, bagaimana ia mengajariku tentang budaya dan adat pernikahan bali, bagaimana ia memelukku dengan senyuman yang membuatku merasa ia masih seorang teman, bagaimana ia memeluk ibuku, menyalami tanganku, bagaimana ia panik ketika ibuku menelepon bapak karena aku menangis, bagaimana wanita itu diam dngan wajah setan dan sibuk merajut, bagaimana ia berkata "apa yang kamu rasakan sekarang ini tidak sepadan dengan yang pernah saya rasakan. dulu saya pernah menangis lebih keras, sementara bapak kamu dipeluk anaknya yang pertama"... aku ingat.... bagaimana mereka berdua berlari pergi sebagai pengecut.
aku J.I.J.I.K. ingat kejadian itu.
bukan hanya itu,
aku semakin jijik ketika aku dan keluargaku telah pindah rumah. janjinya untuk menjaga beberapa are kebun finis hanyalah bualan setan semata. ia benar-benar memotong kayu-kayu investasi bapakku. ia telah membuat keluargaku rugi besar. namun, bapakku ditahan ibu untuk tidak marah ataupun mencari masalah lagi.
tak ada vise versa antara bapak dan dia. aku sekarang mulai menyadari kelicikan, keserakahan dan muslihat iblis-iblis itu. mungkin aku bisa mengatakan kata memaafkan jika ada kata maaf terucap dari mereka, namun hatiku akan sulit menghapus mereka dari daftar penjahat hidupku.
mereka tawananku. mereka penjahat hidupku. mereka membunuh kebahagiaan banyak orang. mereka kejam. mereka egois. mereka tidak mengerti solidaritas untuk sebuah persatuan. mereka hanya paham politik iblis. mereka hanya tahu halaman judul dari buku hukum. hanya memakai nama hukum untuk mengancam banyak orang-orang yang dianggapnya bodoh.
jika ia orang baik-baik, mengapa ia tega membiarkan saudaranya terkatung-katung mencari tempat tinggal baru yang tentunya tidak mudah? jika ia tidak jahat, mengapa ia memotong investasi keluargaku dalam kayu-kayu jati itu? jika ia tidak serakah, mengapa ia tidak mengembalikan rumah bali keluargaku, bahkan mengancam orang yang ingin membongkarnya? jika ia tidak iblis, mengapa ia selalu berusaha mencari kelemahan keluargaku, berusaha menyingkirkanku dari keluarga besar dan mengatakan aku sebagai "orang lain"? jika ia bukan setan, mengapa di lingkungan bawah sana menjadi sepi, sunyi, senyap dan kosong? mungkin malaikat menghindari tempat itu. karena banyak ada kelicikan di sana.
aku tidak bermaksud menanam kebencian dalam jiwaku. tapi aku berusaha memuntahkannya saat ini. sebentar lagi nyepi, semoga aku telah memuntahkan semua kegalauan tentang masa lalu yang satu ini.

aku tidak tahu apakah sesungguhnya kedua orang ini adalah orang baik atau tidak.
yang aku tahu, mereka akan tetap takut. walaupun mereka berusaha menutupinya, berusaha mengumbar keberanian dan kesaktian mereka...
mereka akan tetap dibayangi ketakutan.
karena aku yakin,,
banyak hati yang telah memburunya, akan memenjarakannya....
tak lain dan tak bukan, sebagai sosok penjajah, penjahat, dan pembohong besar bagi dirinya sendiri dan banyak orang...



bagaimanapun... Tuhan,,,
aku masih berharap besar pada kuasa-Mu...
agar masih ada keajaiban yang membongkar kebusukan-kebusukan iblis,,
dan membawa semuanya kembali ke keadaan yang damai, rukun dan bahagia...
karena dalam aliran darahku, aku masih hidup sebagai seorang saudara...bagi semua yang membuka hatinya untukku...