kau lelah dengan segala beban yang terlewatkan hari ini? hey cicak-cicak malas dan laron-laron nakal yang haus cahaya, aku punya cerita yang ku dapatkan dari mimpi. mimpi yang benar-benar nyata.. :)
kalian tetaplah di sana, siap mendengarkan? aku akan mulai bercerita...
diceritakan, di sebuah desa yang cukup maju pada zamannya, hiduplah seorang gadis dalam keluarga sederhana. gadis itu kerap dipanggil Si Buruk Rupa, karena dia memang tidak cantik dan tubuhnya selalu kotor. Buruk Rupa memiliki empat saudara yang sangat berbeda dengannya. saudara-saudaranya selalu tampil sopan dengan pakaian-pakaian yang bersih.
pada suatu hari, buruk rupa tertegun sesaat, menyadari betapa buruk dirinya ketika melihat sosok tubuh lusuhnya di depan cermin.
saudara tertuanya menghampiri dan membelai rambutnya dengan lembut.
"apa yang kau pikirkan adikku?"
"aku memikirkan diriku yang buruk rupa, kakak...apakah mungkin aku akan mendapatkan seorang kekasih yang menyayangiku dengan sungguh-sungguh?" Buruk rupa meratapi nasib dengan sedih.
Kakaknya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. setengah berbisik ia menghampiri telinga buruk rupa
"Bahkan ada dua pangeran yang menunggumu sayang" katanya lalu pergi dari kamar Buruk Rupa..
Buruk Rupa hanya terhenyak tak percaya pada kata-kata kakaknya. ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dan tertidur dengan lelap.
dalam mimpinya, buruk rupa berada di sebuah tempat. tepatnya di sebuah jalan raya yang sepi.ia berdiri di tengah-tengah jalan aneh itu. di sepanjang tepi jalan berjejer rumah-rumah penduduk yang asing baginya.
tepat di sebelah kiri ia berdiri, ia melihat sebuah rumah yang sangat sederhana dengan dinding bata lembab tanpa cat yang melapisinya.
di sebelah kanan ia berdiri, ia melihat sebuah rumah megah yang sangat indah seperti istana. di dalamnya terdapat kereta-kereta anggun seperti kereta kencana milik kerajaan.
tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara tawa hangat dari rumah sederhana di sebelah kirinya.
tawa itu membuatnya bahagia. ia mencari-cari, ternyata tawa dan gurauan-gurauan jenaka itu berasal dari seorang pria seumurannya yang sedang bersenda gurau dengan teman-temannya.
dalam kehangatan itu, buruk rupa tiba-tiba merasakan ada yang mendorongnya untuk melihat ke arah rumah megah di seberang rumah sederhana. di sana ia melihat dengan samar-samar sosok pria yang duduk tertegun dengan tatapan dingin, penuh wibawa dan terbebani tanggung jawab berat. pria itu terlihat manis, pandai dan dewasa.
sesaat buruk rupa tertahan, pandangannya membeku. ia berusaha mendekat, dan ia dapat merasakan matanya panas, semakin panas, dan ia terpaksa berteriak karena tak kuasa pada panasnya.
buruk rupa menyadari dirinya hanya bermimpi, dan lembayung senja menyilaukan matanya. tidur siangnya sangat menyakitkan.
buruk rupa menangis tanpa alasan.
ia putus asa. ia menyesal harus memimpikan keanehan-keanehan itu di siangnya yang menyenangkan.
beberapa hari sejak mimpi itu, buruk rupa memutuskan untuk menanyakan makna mimpinya pada orang pintar. tanpa berpamitan pada orang tuanya, buruk rupa pergi menyusuri perbukitan, menyeberangi danau dan melewati belantara hingga menemukan tempat Nyi Pintar biasa bertapa.
saat melihat Nyi Pintar, Buruk Rupa bermaksud langsung menghadap dan menyampaikan maksud kedatangannya.
Namun, tanpa diduga Nyi Pintar menjerit dan menghambur memeluk Buruk Rupa dengan erat.
"Oh...Astaga, kau datang sendiri tanpa kucari anakku.." serunya sambil terisak dalam keharuan.
Buruk Rupa bingung sekali.
"a-apa yang Nyi maksudkan?"
"Kau adalah orang yang ditakdirkan untuk menyelamatkan banyak orang, anakku" Nyi Pintar semakin bersemangat
"m-maksud Nyi?"
"lihat matamu, matamu menyimpan kekuatan untuk membunuh penyakit, senyummu memiliki rahasia untuk meyakinkan semua orang untuk tetap kuat" Nyi berhenti sesaat. Mengelus wajah Buruk Rupa yang belepotan keringat dan debu. "Kau adalah penerusku, anakku"serunya sambil tersenyum sumringah
Buruk Rupa sangat bingung. namun di sanalah ia diajarkan oleh Nyi untuk mengobati, meramalkan nasib, mengusir roh-roh jahat, melindungi orang lain, dan banyak ilmu lainnya.
Buruk Rupa tak menyadari ia telah mampu menjadi seorang penolong seperti halnya Nyi Pintar. dia lupa sepenuhnya pada mimpi, waktu, dan keluarganya.
Hingga pada suatu hari, buruk rupa tidak melihat Nyi Pintar, dia hanya mendapatkan sepucuk surat. Isinya: "pulanglah anakku, carilah takdirmu...carilah Pangeran kodok dalam mimpimu yang akan menjagamu selamanya.."
buruk rupa baru menyadari ia sedang jauh dari rumah, waktunya telah lama berlalu dan kesempatannya untuk mencari pangeran kodok semakin sedikit.
ia berangkat untuk pulang. dalam perjalanan, ia bertemu dengan rombongan orang sakit yang membutuhkan pertolongan. buruk rupa tak ingin membuang-buang waktunya, namun ia sangat kasihan. selama beberapa hari ia menolong mereka. hal itu terjadi berkali-kali dalam perjalanannya.
hingga akhirnya nama buruk rupa termashur sebagai seorang penolong yang mulia.
setelah melalui perjalanan panjang, sampailah buruk rupa di rumahnya. ia menceritakan pengalamannya dan juga kewajibannya mencari pangeran kodok.
buruk rupa hampir putus asa memenuhi wasiat Nyi Pintar untuk mencari pangeran kodok. ia berjalan-jalan lemah menyusuri jalan di desanya.
tiba-tiba ia dikejutkan oleh sendagurau seorang pria. ia ingat mimpinya, dan ia merasa pangeran kodok itu akan segera ia temukan.
ia menghampiri seorang nenek yang sedang duduk di pinggir jalan.
"nenek, apakah di sana rumah pangeran kodok?"tanyanya sambil menunjuk ke arah rumah di mana pria itu bermain bahagia.
"benar cucu, di sana rumah pangeran kodok, dan di sana juga rumah pangeran kodok" kata nenek itu sambil menunjuk ke seberang rumah sederhana itu.
buruk rupa kaget sekali melihat di seberang rumah sederhana tempat pria itu terdapat rumah megah seperti istana.
buruk rupa bingung, ada dua pangeran kodok dengan latar belakang yang sangat berbeda.
tanpa disadarinya pria lusuh dan sederhana yang senang bersendagurau itu melihat buruk rupa dengan tatapan yang sulit dimengerti. buruk rupa merasa malu pada dirinya yang buruk dan kotor.
ia pulang terburu-buru. dihampirinya kakak tertua,
"aku butuh keajaiban. aku harus segera mendapatkan pangeran kodok kak, bisakah kakak membantuku?"
kakaknya hanya tertawa, namun ia memberikan setangkai mawar putih pada buruk rupa.
"ini akan menjadi seperti cerita Cinderela, adikku... jika kau selipkan mawar putih ini di rambutmu.. kau akan terlihat cantik dan bersih. namun mawar itu akan segera layu, dan kau akan kembali menjadi seperti dirimu apa adanya"
"terima kasih kak" kata buruk rupa dan segera berlalu.
ia menyelipkan bunga mawar itu di rambutnya dan keajaiban sungguh-sungguh terjadi. buruk rupa menjelma menjadi bersih dan cantik.
ia berdiri di tengah-tengah jalan, tepat di antara dua rumah pangeran kodok.
wangi bunga mawar putih buruk rupa membangunkan pangeran kodok di rumah megah. ia sangat menyukai gadis cantik yang anggun. ia bergegas turun dari istananya untuk menghampiri buruk rupa
sedangkan pangeran kodok dari rumah sederhana dapat melihat langsung buruk rupa berada di depan rumahnya dari jendela rumahnya yang rendah. ia telah melihat buruk rupa sebelumnya. ia sangat terpana saat melihat buruk rupa dengan pakaian bersih dan hiasan mawar cantik di rambutnya. ia segera meraih sepatunya dan menghambur keluar rumah.namun ketika ia mencapai tepi jalan, ia sangat kecewa. pangeran kodok dari seberang rumahnya telah menemui buruk rupa. ia melihat mereka berbincang-bincang hangat dengan bahagia dan canda tawa.
pangeran kodok seberang rumahnya telah memberikan buruk rupa seikat bunga cantik yang tak mungkin ia dapatkan.
pangeran kodok dari rumah megah membawa buruk rupa naik ke atas keretanya dan berkeliling desa dengan sukacita. buruk rupa sangat bahagia.
pangeran kodok dari rumah sederhana sangat kecewa. ia mengunci rumahnya dan memutuskan tidak keluar rumah. gurauan dan tawa hangatnya tak bterdengar lagi.
saat kembali dari jalan-jalan, buruk rupa menyadari tak ada lagi tawa dan gurauan hangat yang sangat ia sukai dari rumah pangeran kodok yang sederhana.namun ia melupakan itu, karena ia sangat senang ada dalam belaian kemewahan dan keindahan yang diberikan pangeran kodok dari rumah megah.
beberapa hari berlalu, mawar putih buruk rupa mulai layu.
buruk rupa sangat terkejut menyadari pakaiannya mulai kotor, tubuhnya berdebu dan wajahnya penuh keringat kotor.
pangeran kodok yang bersamanya sangat terkejut. ia tak kuasa menahan malu jika harus bersama si buruk rupa yang kotor itu.
"kau menjijikkan sekali,, aku menyesal membawamu ke istanaku" seru pangeran kodok itu dengan kesal.
buruk rupa sangat terpukul. ia berlari dan menangis di tengah jalan..buruk rupa merasa sangat pilu. dalam kesedihannya itu ia merasa sangat merindukan tawa jenaka dan gurauan ceria yang pernah ia dengar dari rumah pangeran kodok yang sederhana.
namun setelah menyadari perbuatannya yang tidak mempedulikan pangeran kodok dari rumah sederhana, buruk rupa merasa tak mungkin ia akan mendapatkan pangeran kodok yang diwasiatkan oleh gurunya.
tapi...
tanpa diduga oleh buruk rupa, pangeran kodok memeluknya dengan lembut, mengusap air matanya dan membawanya pulang. pangeran kodok itu adalah pangeran kodok dari rumah sederhana dengan pintu kayu lapik dan dinding lembab.
buruk rupa tak mempedulikan hal itu. ia dapat merasakan perlindungan yang menyelimutinya dengan ketulusan. ia merasa telah menemukan pangeran kodok yang tepat.
pangeran kodok memandang mata buruk rupa dalam - dalam. buruk rupa dapat melihat keindahan yang tertanam dalam mata pangeran itu.
sesuatu tumbuh dari dalam hati buruk rupa. perasaan yang biasa disebut sebagai 'cinta'...
buruk rupa menenggelamkan dirinya dalam pelukan pangeran kodok. sangat nyaman untuknya... hingga ia tak menyadari bahwa pangeran itu baru ditemukannya beberapa menit berselang...
pernikahan buruk rupa dan pangeran kodok berlangsung sangat sederhana. namun sangat banyak orang yang datang untuk mengucapkan selamat, karena buruk rupa telah banyak menolong orang-orang sebelumnya.
buruk rupa hidup bahagia bersama pangeran kodok di rumah sederhana yang lembab dan menyedihkan. namun semakin lama, semakin banyak orang yang datang meminta bantuan buruk rupa.
banyak orang yang menyayanginya dan semakin lama, kasih sayang buruk rupa mampu menyulap rumah sederhananya menjadi sebuah istana megah karena bantuan dari orang-orang yang pernah ditolong dan disembuhkannya.
rumah itu semakin lama semakin megah, bahkan lebih megah dari rumah manapun di desa itu.
pangeran kodok di seberang rumah buruk rupa merasa kesal dan iri pada buruk rupa serta keluarganya.ia tak rela jika harus dikalahkan oleh gadis buruk rupa yang kotor dan lusuh.
ia berusaha menghancurkan buruk rupa serta keluarganya dengan meminta bantuan Ki Jahat. Ki Jahat memberikannya setkuntum bunga merah.
"bunga itu dapat membunuh buruk rupa..." kata Ki Jhat pada P. Kodok
P. Kodok segera pergi menemui buruk rupa. ia berpura-pura bersimpati pada segala yang dilakukan buruk rupa. mawar merah itu diterima oleh buruk rupa, saat ia menciumnya, ia langsung jatuh lunglai. P. kodok mengira buruk rupa telah mati, ia pun bergegas pergi.
Pangeran Kodok suami buruk rupa sangat terkejut mendapatkan istrinya tergeletak di lantai.
ia sangat sdih.. ia tak ingin kehilangan orang yang sangat dikasihinya.
saat itulah pangeran kodok memberikan sebuah ciuman yang setulusnya pada buruk rupa.
keajaiban terjadi. buruk rupa tak hanya tersadarkan, namun tubuhnya yang kotor menjadi bersih dan tak berdebu lagi.
ia tak lagi dijuluki si buruk rupa, kasih sayang pangeran kodok telah mengubah hidupnya menjadi sempurna.
cinta mereka abadi selamanya. dan mereka hidup bahagia.
hmm... ini pasti akan menjadi dongeng yang paling ampuh membuatmu tertidur lelap, wahai cicak-cicak malas dan laron-laron yang haus cahaya... :)
tapi, asal kau tahu... aku tidak akan main-main dalam bercerita... :)
^^
Selasa, 23 Februari 2010
dongeng manis yang nyata dalam mimpi pemimpi buruk rupa
Diposting oleh miracle site di 01.57 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)