Sebelumnya saya tak mengerti bagaimana caranya menghargai diri sendiri. Pada postingan sebelumnya, jelas sekali saya ingin menjadi sahabat bagi diri saya sendiri, namun tak tahu caranya. Saya bingung dan selalu menyalahkan keberadaan saya yang tak bisa mensyukuri apa yang telah saya lakukan dan saya peroleh selama merasakan hidup sampai di kampus Universitas Udayana Fakultas Kedokteran ini.
Setiap keinginan yang manusia buat dalam kesadarannya dan dengan perasaan serta pikirannya, pasti akan dikabulkan oleh alam semesta, oleh kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Hanya saja waktunya tidak akan selalu sama karena semesta menunggu kita untuk siap menerimanya dan itu adalah waktu yang tepat.
14 Maret 2010, saya dipertemukan oleh seorang teman yang menawarkan program transformasi kepribadian dan kesuksesan yang sesungguhnya sudah saya ketahui setahun yang lalu melalui cerita teman-teman di kampung yang sudah terbiasa melakukan meditasi bersama dan juga melalui sosialisasi yang pernah dilakukan di sekolah saya setahun yang lalu.
Saya ingin ikut, namun masih ada keraguan yang menggoyahkan saya. Keraguan itu sama saja dengan keraguan yang saya rasakan seetahun berselang, yaitu masalah tempat dan waktu yang sulit saya ikuti. Namun jawaban getaran keinginan saya sangat cepat dijawab oleh Tuhan. Dua minggu kemudian saya menghubungi bunda, seorang teman yang pernah saya lihat setahun yang lalu sewaktu ia sosialisasi di SMA Negeri 1 Denpasar.
Tak ada yang memaksa saya datang, tak ada yang menyuruh saya datang, tak ada yang melarang saya datang, tak ada yang menghentikan saya datang.... karena waktu itu adalah waktu yang tepat. Kuasa Tuhan tak bisa dihentikan dan Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik untuk umatnya.
Pertama kali saya datang, saya masih melangkah sebagai orang yang ragu-ragu, takut, penuh kecurigaan, penuh tanda tanya, praduga, keputusasaan, rasa kesepian, dan.... entahlah. Namun satu hal yang membuat saya bahagia di sana adalah adanya teman. Banyak sekali yang datang dan menyambut saya dengan hangat sebagai teman, sebagai orang hebat, orang yang tercipta untuk hal-hal positif dan banyak harapan untuk menjadi seorang sahabat bagi diri saya sendiri. Keistimewaan yang selalu saya inginkan benar-benar terwujud. Saya bisa mengistimewakan diri saya dan menghargai diri saya sendiri.
Guru , begitu beliau biasa dipanggil, adalah salah satu orang yang sudah berhasil mengendalikan kesadaran mereka untuk disetarakan dengan alam semesta. Mereka adalah orang-orang yang tekun menghubungkan diri dengan Tuhan, dan ketenanganlah yang dirasakan orang-orang di sekitarnya.
Saya adalah orang yang anti dengan penganut aliran tertentu. Bahkan terkadang saya tidak terlalu mengerti cara menghargai agama lain. Saya selalu menghindari orang-orang yang fanatis, memuja manifestasi Tuhan, dan bukan Tuhan sebagai Yang Maha Esa. Itulah yang menyebabkan banyak sekali praduga yang membuat saya ragu ada di antara mereka.
Tapi, kemudian saya malu pernah berpraduga seperti itu. Mereka juga sama seperti saya. Bukan orang yang fanatis, bukan pemuja Tuhan sebagai manifestasinya saja, dan berusaha mencari hakikat Tuhan Yang Maha Esa. Guru menjelaskan kepada saya kaitan Hindu dengan ilmu pengetahuan, dengan fisika, biologi, spiritual dalam pengobatan, dan masih banyak ilmu pengetahuan yang sangat saya sukai. guru menceritakan bagaimana teori-teori Einstein dalam kaitannya dengan weda dan Hindu, dan masih banyak ilmuan-ilmuan lain yang berkaitan erat dengan ajaran Hindu. Guru (panggilan umum beberapa orang Bali kepada ayahnya) menceritakan tentang perkawinan kosmis yang dapat dilihat dari tari barong dan rangda, dan alasan - alasan masuk akal secara ilmiah mengapa orang Hindu biasa sembahyang ke pura Dalem dan ke pura-pura lain. Saya baru bisa membuka pikiran saya terhadap pelajaran agama yang berkaitan erat dengan keilmiahan. Spiritualitas adalah hal yang sangat ilmiah. Segala peristiwa semesta dapat dijelaskan secara ilmiah. Agama hanyalah sebuah alat yang digunakan manusia untuk berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan, namun agama terkadang menjadi sebuah masalah politik dan tujuan utamanya menjadi kabur dan semu.
Agama hindu adalah agama penuh kedamaian, tanpa politik, dan merupakan agama yang paling universal. Weda mengajarkan hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan....bersambung....
Senin, 12 April 2010
Jalan Baru Menuju Kebahagiaan
Diposting oleh miracle site di 18.43
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar