pilihan
angin meniup beku..
dingin menusuk hingga di kalbu
merasuki jiwa yang lelah..
dalam penantian yang tak bertepi..
ingin ku bertanya,
setapak mana menuju surga
angin mendesah menyapu kehangatan cahaya rembulan
membekukan nurani,
hanya derai pepohonan yang terdengar..
selebihnya bukan jawaban
ingin ku bertanya,
siapa yang dapat membawaku menuju surga...
malam semakin gelap,
rembulan tertutup mendung kelam...
riuh rendah suara serangga malam, mengiris sunyi
selebihnya bukan jawaban...
bintang bergeming, awan berarak..
rintik -rintik tajam menghujam pertiwi..
tak terdengar apapun..
hanya rintik hujan deras..
selebihnya.....bukan jawaban..
kegelapan menyelimuti kegundahan hati..
tak dapat kutanyakan rembulan, angin dan pepohonan,
yang ada hanya kegelapan tak berperi
aku bertanya pada diriku,
bagaimana kau akan memulai langkah selanjutnya?
apa kau akan mengikuti jejak yang lain?
apa kau akan lalui setapak yang dilalui orang lain?
diam..
hanya gemuruh petir,
detik waktu,
derak ranting dihantam hujan,
selebihnya bukan jawaban..
nadiku berdenyut...terdengar dalam telingaku,
denyut pasrah yang tak bertenaga,
tanpa ambisi,
sudah terlalu lelah..
aku..
belum pernah berani memilih...
apapun pilihan itu...
aku tak berani menentukan sendiri...
...
aku butuh bantuan..
bintang-bintang semesta hati
yang bijak tuk bawa hidupku menuju pilihan yang tepat...
Tuhan..
aku mengetuk..
memohon petunjukmu...
...
angin meniup beku..
dingin menusuk hingga di kalbu
merasuki jiwa yang lelah..
dalam penantian yang tak bertepi..
ingin ku bertanya,
setapak mana menuju surga
angin mendesah menyapu kehangatan cahaya rembulan
membekukan nurani,
hanya derai pepohonan yang terdengar..
selebihnya bukan jawaban
ingin ku bertanya,
siapa yang dapat membawaku menuju surga...
malam semakin gelap,
rembulan tertutup mendung kelam...
riuh rendah suara serangga malam, mengiris sunyi
selebihnya bukan jawaban...
bintang bergeming, awan berarak..
rintik -rintik tajam menghujam pertiwi..
tak terdengar apapun..
hanya rintik hujan deras..
selebihnya.....bukan jawaban..
kegelapan menyelimuti kegundahan hati..
tak dapat kutanyakan rembulan, angin dan pepohonan,
yang ada hanya kegelapan tak berperi
aku bertanya pada diriku,
bagaimana kau akan memulai langkah selanjutnya?
apa kau akan mengikuti jejak yang lain?
apa kau akan lalui setapak yang dilalui orang lain?
diam..
hanya gemuruh petir,
detik waktu,
derak ranting dihantam hujan,
selebihnya bukan jawaban..
nadiku berdenyut...terdengar dalam telingaku,
denyut pasrah yang tak bertenaga,
tanpa ambisi,
sudah terlalu lelah..
aku..
belum pernah berani memilih...
apapun pilihan itu...
aku tak berani menentukan sendiri...
...
aku butuh bantuan..
bintang-bintang semesta hati
yang bijak tuk bawa hidupku menuju pilihan yang tepat...
Tuhan..
aku mengetuk..
memohon petunjukmu...
...
0 komentar:
Posting Komentar