Minggu, 12 Oktober 2008

puisi?

sebuah puisi cerita...

aku merasa diperlakukan istimewa.
keistimewaan yang menyakitkan.
keistimewaan yang membuatku sangat kecewa.
aku merasa berbeda...hanya di hadapannya

aku tak ubah akar-akar yang mengotori setapaknya
aku menjadi semak yang melenyapkan arah langkahnya

dia menganggap aku sebagai tali putri
dara yang mengganggu keberadaannya
dia menyesal telah mengenalku. dia membenciku.

sesungguhnya, aku tak pernah mengharapkan dugaanku benar,
tapi...
kesadaranku selalu membenarkan semua dugaan itu
memaksa jiwaku terhimpit lebih menyakitkan.

miracle site...
kau tahu?
aku lebih sering menangis...di belakang kesadaranku...dalam mimpiku...
tak ada pelarian lagi.
aku bahkan sempat menyalahkan kakakk yg jarang menelpon,
jarang berkabar, jarang berkunjung,
jarang.....
padahal....
aku tahu mereka pasti sangat merindukanku,
seperti aku merindukan mereka...

mereka bukan alasanku menangis...
sahabat lama?
banyak yang lenyap,
tapi ada juga yang selalu mengayomiku,
menemani kesendirianku,
mengisi ruang hampa yang menyesakkan...

tapi, aku tak bisa memungkiri,
angin itu...
yang kucoba tangkap dengan genggaman
yang kucoba berikan rintik embun, tanpa suratan

angin itu
bertiup di depanku penuh gemuruh
menggangguku dengan gemuruhnya yang memekakkan
menghantam gemuruh hebat dalam ragaku
semakin membutakan nurani, memekakkan hati

dia tetap bergemuruh tanpa ampun...
seakan sengaja...
hanya teriakkan gemuruhnya, namun,
gemuruh itubermaksud mengusirku
mengingatkanku...
dia mencari mawar merekah sepanjang musim
tak mengharapkan mawar yang mudah tertiup angin
trbawa badai...


......aku.anonim

0 komentar: